laisya
Waka Waka : This Time For Africa - World Cup 2010
Grazie Il Capitano

Grazie Il Capitano ... Sebagai milanisti, sedih rasanya liat pertandingan terakhir kemarin lawan Fiorentina. Walapun Milan menang tapi rasanya tetep sedih melihat para pemain (baik Milan maupun Fiorentina) memeluk Maldini sebagai tanda perpisahan, karena Maldini bukan hanya legenda Milan, tapi juga salah satu legenda Italia.

7 SCUDETTI1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004
5 CHAMPIONS LEAGUE1989, 1990, 1994, 2003, 2007
5 SUPER CUP EROPA1989, 1990, 1994, 2003, 2007
5 SUPER COPPA ITALI1988, 1992, 1993, 1994, 2004
3 INTERCONTINENTAL CUP1989, 1990, 2007
1 COPPA ITALI2003

Note: urutan gelar-gelar itu tau dari Brogie DF, pinjem ya Bro :D. Thx :cheers:
Congrats … Espana, Winners of Euro 2008
June 30, 2008


Nonton Final Piala Eropa 2008 … hmmm …. Baru tidur hampir tengah malam trus bangun lagi at 1.30 a.m.,masih agak2 ngantuk sih, tapi akhirnya bisa sepenuhnya sadar.
Yaaa…sayang Jerman kalah… skor-nya Cuma 1-0 buat Spanyol dengan gol yang gak enak banget. Tapi memang Spanyol layak jadi juara (tim tak terkalahkan sepanjang turnamen).
Dan anehnya lagi, walopun Jerman kalah, tp aku biasa aja tuh. Maksudnya gak sedih-sedih amat karena memang sudah tertinggal dari babak awal. Dan dari awal juga udah ada sedikit feeling, kayanya Jerman bakalah kalah :D. Duuuh ternyata bener. Jadi gak terlalu shock lah (apaaa coba??)
Bagiku, moment paling menyakitkan pada Sepakbola itu terjadi pada saat Italy kalah oleh Perancis 2-1 pada Final Euro 2000 di Belanda (Wow...8 years ago). Yaaa gimana gak menyakitkan, sepanjang hampir 90 menit sudah unggul 1-0. Bahkan aku masih inget, pemain-pemain Italy sudah berdiri di pinggir lapangan siap merayakan kemenangan. Namun, tiba-tiba Perancis berhasil menyamakan kedudukan pada saat injury time. Dan menang lewat golden goal Trezeguet. Hiks…hiks…hiks…saat itu hati rasanya bener-bener sakit, bahkan langsung turn off TV tanpa ingin lihat penyerahan pialanya…hahaha…parah banget ya. Iya lah, bagaimana pun kalah di final tuh lebih perih dibanding kalah pada babak-babak sebelumnya. Iya gak?
But now, congrats for Spain…dua tim jagoanku (Italy dan Jerman) takluk di tanganmu. Tapi gpp lah, toh yang ngangkat piala masih orang-orang ganteng wakakak….
Nonton Semifinal Uber Cup
Kamis, 15 Mei, Aku, Catur, Mba Ina, Mike pergi dari kost hampir jam 5 sore. Sampe Istora setengah jam kemudian. Calo-calo tiket sudah banyak berkeliaran di sekitar Istora. Kami langsung masuk Istora di Gate A9. Tapi berhubung tempatnya gak enak, akhirnya kami pindah sektor melewati pagar ke A7 yang lebih enak. Hehehe…padahal dah jelas-jelas gak boleh pindah sector, tapi karena ngeliat orang lain ada yang pindah sector juga jadinya ikutan deh. Untung gak ketauan security. Pas kita dah lewat, baru deh security2 itu jagain :D.
Lawan tim Uber
Di antara supporter tim
Dua pertandingan berikutnya dimenangin
Suasana Istora bener-bener meriah. Setelah beberapa lama, suasana Istora menjadi sepi setelah penonton berangsur-angsur meninggalkan Istora.
Kami berempat masih keliling-keliling Istora. Trus ke pintu masuk khusus pemain, Offisial tim, dan wasit. Kami bertemu, bersalaman, dan berfoto dengan Susi Susanti (Catur minta tanda tangannya tuh) dan Elizabet Latief. Mike yang moto. Setelah selesai foto (walopun agak aneh dengan ekspresi Mike), aku teriak kecil asiiiiikkk…yesss… trus Mike berbisik, Lies kameranya mati, baterainya habis.
Aku langsung shock…haaaaaaaaahhhhhhhhh….hiks… kapan lagi ketemu Susi Susanti coba. Si Mike bilang
Hari ini, Sabtu 17 Mei, final Uber Cup
foto2 bisa dilihat disini
USAHA DAPETIN TIKET THOMAS-UBER


Ini
11 Mei, Hari dimulainya pertandingan piala Thomas – Uber di Istora Senayan. Aku, Catur, Mike datang ke Senayan sekitar pukul 14.00. Kami berniat nonton piala Thomas jam 6 sore. Uuuuh ternyata di depan Istora crowded banget, ada yang antri, ada yang bergerombol di depan pager yang dijaga polisi, aah pokoknya tuh orang banyak banget. Akhirnya kami bertiga berkeliling Istora dan bisa masuk ke dalam kompleknya. Ternyata di
Akhirnya kami menelepon BRI, ternyata tiket VIP bisa dibeli BRI. Kami pun memutuskan pulang karena sudah tidak memungkinkan mendapatkan tiket untuk pertandingan hari itu.
Esok harinya, Senin 12 Mei, pulang kantor sekitar pukul 4 sore, aku dan Catur menuju Card Centre BRI 1 di Sudirman. Eeeh ternyata tiketnya sudah terjual habis sampai pertandingan final nanti. Hrrrggghh…bete banget. Kami akhirnya ke Istora lagi karena penasaran. Dan seperti hari kemarin, di Istora sama sekali tidak ada information centre. Parah banget deh panitia penyelenggaranya.
Hari rabu pagi, Catur ngabarin dia liat berita di SCTV kalo tempat penjualan tiket ditambah di tiga tempat yaitu Bu Dibyo, PBSI, dan Susi’s Sport Kelapa Gading. Begitu tempat penjualan tiket ditambah di tiga tempat itu. juga setelah dilihat di detik, memang. Akhirnya sore harinya kami pergi ke PBSI. Eeeh ternyata di PBSI gak ada orang sama sekali dan di pintunya tertulis “TIDAK JUAL TIKET”. PBSI payah banget. Hrrrgggh lagi-lagi bete. Akhirnya kami ke Istora lagi, di
Kamis 15 Mei, jam 6.30 kami pergi dari kost ke Istora buat antri tiket. Ternyata sudah banyak orang antri. Jam 9 orang antri semakin banyak tapi tuh loket belum buka juga. Jam 10 orang-orang sudah mulai habis kesabarannya, sudah mulai teriak-teriak (tapi gak rusuh lho). Akhirnya setelah antri berjam-jam, tuh loket buka juga jam 11. Alhamdulillah dapet juga tiket pertandingan Semifinal Uber Cup, setelah usaha berhari-hari dan antri berjam-jam. Hahaha…berlebihan banget nih.
Bandung, 17 Mei 2008.
MILAN....MILAN....
thx banget buat sis m@rino.
Hmmm...aku suka MILAN dari tahun 1994 setelah Piala Dunia 1994 di USA, dulu timnas-nya Italy didominasi pemain AC MILAN jadi otomatis aku suka AC MILAN, Il Rossoneri.
Tulisan aku tentang MILAN, MU, dan Liverpool bisa dibaca di blog-ku yang di multiply.
MILAN MILAN
(Tony Renis – Massimi Guantini)
Milan Milan solo con te
Milan Milan sempre per te
Camminiamo noi accanto ai nostri eroi
Sopra un campo verde siotto un cielo blu
Conquistare voi una stella in più
A brillar per noi
E insieme cantiamo
Milan Milan solo con te
Milan Milan sempre per te
oh oh oh oh oh
oh oh oh oh oh oh oh oh
una grande squadra
sempre in festa olè
oh oh oh oh oh
oh oh oh oh oh oh oh oh
oh oh oh oh oh
e insieme cantiamo
Milan Milan solo con te
Milan Milan sempre per te
Con il Milan nel cuore
Nel profondo dell’anima
Un vero amico sei
E insieme cantiamo
Milan Milan solo con te
Milan Milan sempre per te
oh oh oh oh oh……
Milan Milan only with you
Milan Milan always for you
We walk next to our heroes
Up a green field siotto a blue sky
To conquer you a star more
A brillar for us
And sing together
Milan Milan only with you
Milan Milan always for you
Oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh oh oh
A great team
Always erupts olè
Oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh
And sing together
Milan Milan only with you
Milan Milan always for you
With Milan in the heart
In the depths of
A true friend
And sing together
Milan Milan only with you
Milan Milan always for you
Oh oh oh oh oh


