Showing posts with label Adelaide. Show all posts
Showing posts with label Adelaide. Show all posts

Places and Traveling

I love traveling! My friends definitely know it! I always love beach and recently I love an airport. I have no particular reason I love places because sometimes it's hard to explain the reason. (Why did I keep use "love" word? Just to emphasize the word, I think :P)

This month I went to Airport (Adelaide Airport in particular) for several times. Pick up some friends or just got there to flight to other Aussie's states. I like to see many dramas in Airport. I can see people hug each other (or even kiss :P), smile and laugh when they meet or even cry when they have to say goodbye. Yeah, Airport is the place to be either happy or sad!


Mostly, I'll spend my time reading a book during the boarding time. That's my tips, just bring a book, a light "easyreading" novel, so I can sneak out of my book when I'm bored and start playing games with my mind, guessing where will people go? I keep asking a not important question to my "not straight A" brain, "where will they go?" when I saw a family who trip together. Or will they go somewhere for holiday or just to visit other family members? Or if I saw any single traveler (like me), what pop up in my mind is where will he/she go? Is she/he a backpacker, a tourist, a student or just an ordinary unimportant person (like me, again!) :P

The most "not so" important in many "unimportant" questions is "who will sit next to me?" Does she/he will unlucky enough to sit next to me? Or will she/he say something like "hrrgghhh ... why should I sit next to her" (of course mumbling in their heart :P, luckily I don't have to hear that!)

So, if I get on board before someone else in my row, I always pull out my book from my bag and start reading and hoping that the one who will sit next to me is a charming prince hahahaha .... :lol: In contrast, the "imaginary" charming prince will feel so bad that he has to sit next to me.
But let's back to reality, the truth is the charming prince never come, indeed ... what happen next is ...
the person who sit next to me is probably:
- an old man with not so good smell (my journey turns out to disaster during the flight)
- a girl with her friend (it means they are two girls who will have unimportant girl's chat during the flight and probably talk about me in foreign language and start talking why should I sit next to them. While I feel relieve that I don't understand what they are talking about :D)
- a couple (hhrrggghhhh ..... another disaster!)
- the other two strangers passengers ... (feel relieve that we don't know each other)

On top of it, I have a number one unimportant question, sometimes I wanna feel how does it feel to have a sit in a business class? :D Maybe I will "kampring" enough to press all the buttons and don't know what to do until a cabin crew come to save me hahaha .... :lol:

That's it! I love airport, such a perfect stranger for others!
7 dec 2010

Adelaide … my new home!

This is my second day in Adelaide. Having jogging in the morning, I have nothing to do at noon. So, Bu Wur loaned her notebook for a while, I can check my email. But that was it, gak enak ngerepotin mulu. At 1.30 p.m I decided to go out to Parkholme Shopping Centre. However, it’s just a small place. I don’t know, can you really call it “shopping center”? It’s just a small square with mostly shops closed on Sunday, and only “Coles” – the supermarket, remains open. I was really bored. I wanted to explore this city. So, I walked to the bus stop. Okay, I waited for a moment until the bus M44 was coming. Hop on the bus and then gave the driver AUD 20. He said something, Oh my God, I didn’t understand what did he say. He has strong Australian accent … asli aku cuma bisa bengong and I said “this is my first time” … trus sopir-nya entah ngomong apa lagi, akhirnya aku cuma bilang, “yeah go to the city”. Paraaahhhh!!! Ternyata harga tiket bus-nya AUD 4.6 dan katanya sih berlaku buat 2 jam. Sayangnya belum punya student ID, jadi belum bisa dapet concession.

I had no idea where would the bus took me. Bener-bener ide gila, gak megang peta, dan gak tau yang dituju, ah tapi jalan terus, bukan @laisya namanya kalo gak nekad (wakakak, @sabitah pasti nyengir). So, I just sat and saw the surrounding. It was still in Adelaide suburb. Hmmm … flat … datar … jalan raya-nya bagus, tata ruangnya rapi, rumah-rumah juga berjajar rapi, rata-rata gak pake pager, jalan raya gak macet karena memang lagi hari libur. Yaa gitu-gitu aja, sepiiii … walaupun katanya Canberra jauh lebih sepi :D. Trus tiba-tiba ngelewatin tempat yang agak rame, ternyata Central Market, eeeh bahkan di kota sekecil Adelaide pun ada Chinatown-nya, bener-bener deh, Chinese rules!

Beberapa meter kemudian, melewati suatu taman, dan nampak agak rame. Gak mikir panjang, langsung aja turun dari bis. Ternyata itu adalah Victoria Square. Mungkin karena tempatnya emang kotak, di tengahnya ada pahatan (patung) dan air mancur, dan di setiap sisinya ada patung-patung, mulai dari patung Queen Victoria, dan entah siapa lagi. Cuaca cukup hangat, gak dingin-dingin amat! (Kebayang deh, kalo winter-nya aja se”panas” ini, gimana summer-nya coba? Pastinya bakalan panas banget!)

Aku jalan terus melewati Flinders St. dan menyusuri King William St., ahaa ternyata ramenya di sini toh. Oh ada town hall juga. Jalan terus dan tiba-tiba ada satu jalan panjang penuh orang lalu lalang, ooh itu namanya Rundle Mall. Jalan tersebut memang cuma buat pejalan kaki dan di tengah-tengahnya ada stand-stand buat jualan, sementara di kiri-kanannya ada toko-toko, mulai dari Plaza Adelaide, Adelaide Arcade, Myer, trus jalan terus ada Target (salah satu dept. store di Aussie, “Matahari”-lah kalo di Indonesia). Yeah pokoknya shopping belt deh. Tapi males kalo masuk ke mall, Cuma liat di luar aja. Ada sale sepatu, ya ampun tuh harga sepatu yang katanya SALE adalah AUD 60 ( sekitar Rp 480ribu, hah masih mahal untuk ukuran SALE!, haduuuhhhh … come on! Stop converting the currency!!!). Daripada masuk ke mall mendingan ke tourist information. Akhirnya masuk ke sana, minta map-nya Adelaide, sambil nanya North Terrace ke arah mana. Setelah diberi peta, jalan terus sampe ujung (karena pengen liat sejauh mana shopping belt-nya) dan berakhir di East Terrace, belok kiri sampe mentok ketemu deh North Terrace. Bangunan yang pertama terlihat adalah Royal Adelaide Hospital (RAH). Nah asalnya temporary accommodation aku ada di RAH Resedential Wings, tapi karena dapet tebengan di keluarga asal Indonesia, mending di rumah tersebut donk (jadi begitu sampe tetep bisa makan nasi :D). Setelah itu jalan terus, terlihat UniSA (University of South Australia) City East Campuss yang letaknya bersebelahan dengan University of Adelaide (UofA). Wuih parah juga nih, dua univ ini terletak di pusat kota, deket shopping center pula, gawat :D bisa-bisa bawaannya pengen belanja mulu atau window shopping ke mall :D. Hahaha … gak deh, mall di Jakarta lebih bagus daripada disini.

Masuk ke area universitas, bener-bener terbuka, gak pake pager-pager atau gerbang segala macam. Beberapa bangunannya merupakan bangunan tua (UofA, universitas ketiga tertua di Aussie setelah USyd dan UniMelb). Cuma explore bentar, liat library, union hall, students center, etc, keren banget :D. Lagi ada construction site, jadi beberapa jalan tertutup.

The University of Adelaide, Adelaide, South Australia

Keluar dari area universitas langsung bersebelahan dengan Art Gallery of South Australia, South Australian Museum, dan State Library. Wuih lokasinya enak banget dengan trotoar yang lebar dan tempat-tempat duduk berjajar.
Jalan terus, melewati patung Flinders, governor’s house, dan nemu tempat yang namanya AIDA, Adelaide Festival Center, pantesan di tiap flat nomor mobil tertera : SA – The Festival State. Entahlah, mungkin memang di SA ini sering diadakan festival.

Gak terasa udah hampir jam 5 sore, cari jalan balik. Sebenernya dari situ juga ada halte bis dan bisa langsung naik M44, tapi mending balik lagi, sambil menyusuri King William St. dan Victoria Square, terus mampir sebentar ke Chinatown, karena sebelumnya cuma liat sambil lewat di bis. Ah ah … sudah semakin sore, hop on the bus, and back to house at 5.30 p.m. Khawatir kalo kemaleman, karena kalo malem jadwal bis-nya semakin jarang, atau bahkan udah gak ada bis.
So, itu sekilas Adelaide yang terexplore hari ini. Kesan pertama, I like this city, walaupun kecil dan sepi, but hey fasilitas lengkap juga kok. Cocok lah buat belajar :D Tapi kalau niatnya turis, kurang cocok kayanya, mendingan ke Sydney, Melbourne, atau Brisbane kali yaa (aku juga belum pernah sih ke tiga kota tersebut, but I’ll visit them someday). Jadi inget moto-nya traveller (Trinity atau siapa ya? Lupa), it’s not about the destination, but it is about the journey. Then, I’ll enjoy my study, my journey, my experience, and my whole new life here (leave all the past behind).

Di kamar malem-malem belum ngantuk akhirnya buka laptop, ya ampun jam 19.30 tapi sepiiii banget, kaya udah tengah malam aja. Ups taunya dikasi pinjem TV sama Bu Wur, karena TV tersebut disimpan di kamar anaknya dan gak kepake. Wuih sedikit lega, setidaknya jadi bisa liat berita dan tentu aja ada berita world cup. Bisa liat gol-golnya Jerman waktu lawan Argentina dan Belanda waktu ngirim pulang Brazil. Terus ada acara namanya “Santo, Sam, and Ed’s Cup Fever” di SBS, lucu banget cara mereka bawain acaranya, gak garing kaya acara2 bola di TV2 swasta Indo hehehe …
Udah hampir 11 p.m, harus tidur, besok hari pertama ke kampus (officially)! Can’t hardly wait.

Note : Ternyata yg disebut Adelaide itu hanya wilayah CITY (City of Adelaide) yang merupakan satu square dibatasi West, North, East, dan South Terrace. Nah kalo udah diluar wilayah itu disebutnya suburb walopun baru bbrp meter keluar city, udah disebut suburb. Biasanya kalo ukurannya Bus Stop dimulai dengan Bus Stop 1, karena kalo untuk wilayah city Bus Stop-nya pake Huruf dan Angka, misal D1, X2, Z1, sedangkan kalo udah masuk wilayah suburb dimulai dengan Bus Stop 1. Suburb yang paling deket kalo ke arah utara tentu saja North Adelaide. Di sana ada beberapa objek wisata seperti Adelaide Zoo, Botanic Garden, Adelaide Oval, etc. Secara garis besar North dan South Adelaide dipisah oleh Torrens River. Apalagi yaaa??? Hmm … belum tau banyak sih, belum sempet ke museum-nya. So, segini dulu aja catatannya.
 Sunday, July 04, 2010.
17/ 7 /2010

Masak-Masak

Sejak tiba di sini jadi hobi masak. Walopun gak bisa masak, tapi setelah dipaksakan ternyata bisa juga kok. Kadang-kadang sih emang rasa masakannya gak karuan, toh yang buat sendiri buat dimakan sendiri juga. Jadi ya dihabiskan saja masakan itu, daripada dibuang :P

Ternyata memasak banyak suka dukanya, dari yang adonannya gagal (salah adonan), keasinan, kurang bumbu (gak berasa), sampe masakan gosong hehehe ... Dan bagian paling gak menyenangkan dari masak adalah bagian akhirnya yaitu cuci piring :sweatdrop:
Yang bikin lama kalo masak adalah persiapannya: motong sayuran dan siapin bumbu (walo seringnya bumbu instan :P).

Pengkritik masakanku tak lain dan tak bukan adalah temen-temen RB tercinta yang pintong alias pindah tongkrongan dari DF ke BBG (kalo anak milanisti pintongnya dari DF ke twitter :D).

Sekarang aku upload deh foto-foto hasil masakannya (tapi kalo masak sayuran jarang difoto, abis hasilnya biasa aja).


Martabak telor mini, satu-satunya hasil masakan yang membuat temen RB kabita :D



Lagi males masak yang rumit-rumit, jadinya cuma : Wortel dan sosis panggang saus sambal+mayonaise. Sosis sapi di sini agak kurang enak (lebih enak sosis di Rumah Sosis, Bandung). Kalo di sini lebih mending sosis ayam.



Perkedel kentang (agak gosong?? Biarin ah :P)



Gara-gara temen-temen RB pada upload gambar cireng, jadinya mupeng, sampe bela-belain beli tepung kanji ke toko Vietnam, dan buat cireng sendiri. (Ini hasil percobaan kedua, percobaan pertama gatot - gagal total hahaha ...)



Niatnya bikin bala-bala, tapi karena pake jagung jadinya bakwan jagung


Nah ini bala-balanya ...



Ayam bumbu apa ya? Sama sayur capcay tapi nampak kurang menarik :D


Salah satu menu buka puasa: es buah, nasi goreng kornet+telur, sayur (sisa sahur)


Baso+Siomay sebelum pake saus+kecap



Baso+Siomay setelah pake saus+kecap



Gehu ... eh tapi gak ada dalemnya ... jd cuma tahu goreng tepung aja



Pastri, kadang-kadang di dalemnya pisang+keju atau daging cincang (dimasak bawang bombay)
sept/2010
2010/09

Wigley Reserve

Hari ini ada acara "Farewell dan Welcoming Party" yg diadakan oleh PPIA Uni Adelaide, bertempat di Wigley Reserve. Well, tentu saja aku menjadi orang yg diperkenalkan ...
Hmmm ... ini pertama kalinya aku ikut acara keluarga besar mahasiswa Indonesia, ya iyalah, secara baru datang. Seru, senang karena banyak sodara sebangsa di negeri orang ... tp sayangnya blm kenal sama semua orang, maklum banyak banget, kenalan ma yg satu, lupa nama yang lain, parah nih, semakin tua gejala PDI (Penurunan Daya Ingat) semakin kuat hehehe ... InsyaAllah masih banyak kesempatan berkumpul lainnya.

Wigley Reserve
Wigley Reserve tuh semacam taman/park. Lumayan luas, ada tempat BBQ, tempat maen anak-anak sekaligus bisa fitness juga disitu. Di sana juga ada family restaurant yg asalnya kapal laut gede … nah tempatnya juga emang di pinggir laut, makanya anginnya dingin banget. Kalo summer sih enak kali ya kumpul di Wigley Reserve, tapi kalo winter … hmmm menggigil!

Kapal-kapal ... a view from Wigley Reserve



Buffalo ... Family Restaurant ... Wigley Reserve



BBQ - barbie :D ... persiapan makan siang ... Wigley Reserve


Keluarga besar PPIA - The University of Adelaide (courtesy : dari foto di FB sih, fotonya siapa yaaa? kayanya sih seksi dokumentasi PPIA - UoA, ijin yaa foto bersama ini nampang di blog saya :D )


Wecoming and farewell party PPIA - UoA



Minggu, 11 Juli 2010

Michael Buble

Diawali dari ini 23 Maret 2009
Terus mimpi bisa nonton konsernya langsung ... sampe akhirya ketika sampe di Adelaide, hal yang pertama dilakukan adalah beli tiket konsernya Michael Buble tanggal 26 Juli 2010 (padahal konsernya tgl 1 Maret 2011, 8 bulan sebelum konsernya tiket udah sold out).
Perjalanan panjang dan akhirnya berhasil nonton live concert Michael Buble di Adelaide Entertainment Center (AEC) 1 Maret 2011. Michael Buble ... a great singer ... world class entertainer ... woww ... what a wonderful night. I love Michael Buble :)
Tiketnya
Tiba di AEC, turun dari tram nyebrang ke arah kiri, yep there is AEC.
Maksa moto padahal jaraknya jauh, hasilnya kaya gini ... pas lagu Me and Mrs. Jones
maret 2011

Australia … Here I come …

2 Juli 2010
The time is coming! Finally I got my flight schedule to Australia. It’s July 2nd, 2010. Flight from Jakarta to Sydney (QF 42) 20.45 – 06.30. Then, July 3rd, 2010 flight from Sydney to Adelaide (QF 759) 14.35 – 16.15.
The journey begin. I will start my Master Degree in The University of Adelaide starting from this 2nd semester, 2010 for the next two years. There is nothing special about this moment. Of course I feel sad because I’ll leave my family and friends for about two years, but life goes on.

Back to my journey …
I arrived at Soekarno-Hatta airport at 5 p.m., langsung check in. Setelah itu keluar lagi buat sholat maghrib, sambil pamitan ke keluarga dan teman-teman. My family is a big happy family, sampe-sampe yang nganter aku kaya orang lagi nganter jemaah haji. Yang perginya satu orang, yang nganter serombongan. Wah, entah berapa orang deh, mulai dari parents, uncles, aunties, brothers, sisters, nephews, nieces, best friends, banyak banget :D. Alhamdulillah, banyak yang nganter jadi gak kesepian. Sampe tak terasa hampir jam 19.30, harus udah masuk gate. Ah ponakanku yang paling kecil will be 5 years old when I get back, huaaa … akan melewatkan banyak moment :(.
Lewat imigrasi via antrian jalur dinas/diplomatik, berbekal paspor biru, padahal visa aku ada di paspor hijau, jadi tuh paspor di cap dua-duanya. Gak ngaruh juga sih, tapi lumayan, gak terlalu ngantri dibanding di jalur paspor biasa. Di tiket tertera Gate D6, tapi ternyata dipindah ke Gate D2. Hohooo ternyata banyak banget orang Indonesia yang mau ke Oz, but waaiiitttt … kok tas-nya pada sama! Haha, itu orang-orang rombongan tour!

Then the journey from Jakarta to Sydney (5517 km) by Qantas QF 42 Airbus 330-200. Nothing special in my flight, but like usual I can’t sleep during the flight. Fortunately, there’s only 2 people for 4 seats in my row, jadinya sangat leluasa karena sebelah kiri dan kananku kosong, aku bisa tiduran meringkuk di kursi :D Untung flight-nya gak terlalu lama, “hanya” sekitar 7 jam. Oh ya, makanan di Qantas kok lebih enak dibanding KLM ya?? trus dikasi jus-nya juga dalam gelas plastik yang lebih besar (komen-komen gak penting! :D). Tapi inflight entertainment-nya lebih banyak dan lengkap di KLM. Sekitar sejam sebelum mendarat, cabin crew-nya ngumumin hasil pertandingan antara Belanda dan Brazil, hahaha … lucu banget. Tapi, jadi tau skornya deh, 2-1 buat Belanda.

3 Juli 2010
Setelah itu, landing di Sydney. Ngeliat orang-orang rombongan tour itu lucu banget ya, mereka baris di belakang tour guide-nya yang memegang bendera lambang Tour and Travel yang bersangkutan. Wah lama deh, saling tunggu satu sama lain. Dalam hati komentar, kenapa mereka2 gak ngerencanain liburan sendiri aja ya? Kan lebih menantang tuh dibanding ikut tour (maklum, pikirannya kalo ada planning liburan, pasti cara backpacker :D).
Sementara aku berlalu sendirian, mencoba untuk tidak tersesat, hahaha kebangetan kalo masih tersesat mah, orang banyak sign dimana-mana. Imigration checked. Wah tuh petugas imigrasi di Sydney ngasal banget ngecap paspor, capnya langsung di halaman tengah yang kosong, gak deket cap keberangkatan. Trus baggage claim, gak nunggu lama, dua luggage langsung nongol. Setelah itu saatnya pemeriksaan custom, di pesawat udah isi Incoming Passenger Card, declare semua bawaan, trus ditanya-tanya, bawa makanan, obat, dan gadget apa aja, bla … bla … bla … Alhamdulillah lolos tanpa kopernya harus dibuka-buka. Ribet deh kalo musti buka-buka koper. Abis kalo liat acara Security Border di Q Network, kayanya custom di Australia ngeri banget yaks! Alhamdulillah berlalu tanpa halangan dan juga tidak melihat anjing-anjing petugas custom berkeliaran bebas di airport (yang biasanya mengerikan).
Cari exit gate buat domestic transfer Qantas, tapi pas jalan keluar Terminal International Sydney, kok banyak reporter TV yaaa??? Wah kayanya ada orang terkenal tuh, siapa ya? Celingak-celinguk nyari, eeehhh ternyata Tiim Cahill, woooowwww (padahal kemarin cuma liat di TV pas worldcup, sekarang liat aslinya). Pantesan banyak orang bawa-bawa flag Australia dan ada yang pake jersey-nya Everton, bahkan banyak yang bawa bunga juga. Akhirnya sambil cari Qantas Domestic Transfer sambil foto-foto, dapet deh, walopun dari kejauhan dan gak terlalu jelas, jiah fotonya lagi merem pula. Soalnya sambil jeperetin kamera sambil khawatir trolley dengan dua koper yang terabaikan di belakang :D

Tim Cahill, yaa dapet fotonya pas merem deeehhh :D

Oh ya, di pesawat sebelumnya aku baru ngeh, kalo tag baggage aku dan tiket aku ke Adelaide kok beda ya nomor penerbangannya?? Setelah antri panjang dan bilang ke crew Qantas, eeeh dia juga bingung, kok bisa gitu. Jadinya nunggu lama buat confirm. Tetep ada hikmahnya, karena dapet flight yang QF 747 jam 10.45, daripada mesti nunggu fligh QF 759 jam 14.35 dari Sydney. Dari Terminal 1 (International) ke Terminal 3 (Qantas Domestic) diangkut pake bus-nya Qantas. Lumayan juga sih nunggunya, tapi jadinya sempet cuci muka dan sikat gigi, uuhh udah risih banget deh. Nah sekarang udah bingung mo ngapain di airport (jadinya nulis ini di Terminal 3 Airport Sydney), soalnya bener-bener mati gaya, tadi sih ngantuk, tapi tiba-tiba jadi banyak orang dan berisik, jadinya gak bisa tidur. Apalagi tiba-tiba ada 4 orang India duduk di sekitar aku, wuih berisik dengan gaya bicara mereka yang cepet banget. Tapi, mau jalan-jalan explore Terminal 3 juga males, orang kaya gini doank kok airportnya, satu hall panjang, lurus.

Tadi sempet beli hot chocolate yang ukuran small, wew mahal AUD 3.8, kalo dirupiahin kan lumayan tuh ampir 25ribu cuma cup kecil doank :sigh: Haduuuhhh, stop converting the currency! Di Airport sini juga (seperti semua airport pada umumya) fasilitas internetnya mesti bayar, gak kaya di Changi, Singapore, gratisss (heh, orang Indonesia banget ya, senengnya gratisan). Coba semua airport kaya di Changi ya, mo berapa jam transit juga gak akan masalah (walaupun dijatah 15 menit, tapi kalo gak antri sih teruus aja) :D. Karena diem lama di airoport jadinya mengamati orang yang lalu lalang. Dari tadi liat banyak rombongan students, yang pada pake seragam olahraga, mungkin utusan tim apa gitu lah dari sekolahnya, ada juga yang tulisan rombongan Program Ambassador, People to People, tapi banyaknya sih itu, serombongan siswa, biasanya segrup cewek atau cowok semua, pake seragam olahraga sama. Mungkin karena lagi libur juga kali ya, jadi ada kompetisi antarstate di Australia (wakakak … sotoy banget nih ambil “kesimpulan”, biasalah KSB). Eh ada juga tuh serombongan anak cewek, pada duduk melingkar, ketika dilihat, ternyata lagi main kartu (hohoho … did it ring a bell, mike, yeyen, mbak ema??)
Oh ya, di Oz kan lagi winter nih, tapi di Sydney sekarang cuaca cerah … sunny … suhunya lumayan anget, mungkin di atas 10 °C. Kalo di belahan bumi utara, suhu segitu mungkin saat musim gugur atau semi kali ya. Tapi jadinya enak juga sih kalo buat orang tropis, gak terlalu dingin. Orang-orang di bandara apalagi gayanya macem-macem, bahkan ada yang pake celana pendek, tank top, kaos pendek biasa, wuih bener-bener gak kaya winter deh.
Now, it’s almost 10 a.m Sydney time, still waiting for my flight to Adelaide (1162 km from Sydney). I’ll continue my article later.

-Tulisan berlanjut nih, sekarang sudah tiba di rumah sementara di Daisy Avenue, Adelaide-

Nah, boarding time at 10.45. Flight to Adelaide at 11.05, pake Boeing 747, ah lumayan nih ada inflight entertainment-nya, biasanya kan di pesawat jenis 747 gak ada. Perjalanan dua jam lebih dari Sydney ke Adelaide (1026 km) Alhamdulillah lancar. Tiba pukul 1 p.m waktu Adelaide (beda setengah jam ma Sydney). Bandaranya kecil, baggage claim-nya udah masuk area luar, campur baur sama yang jemput. Nunggu bentar sampe dijemput sama Bu Wur, tempat aku nebeng untuk temporary accommodation. Abis itu lanjut pake mobil ke Daisy Avenue. Wuih, kaya desa tapi modern (jalanan sepi banget, fasilitas umum bagus, rumah2 teratur rapi), no traffic jam. Mungkin juga karena hari sabtu orang-orang lagi libur, jadi sepi banget.
Istirahat, mandi, makan, tidur, karena di pesawat gak bisa tidur sama sekali. Trus sms sana sini, kasi kabar udah tiba dengan selamat, Alhamdulillah … gak kerasa pulsa udah mau abis, roaming :sigh: Bu Wur kasi tau kalo mau internetan pake wi-fi kok, tapi kok gak bisa connect yaa?? Hiks kenapa?? Laptopku pake windows asli kok, tapi tetep gak tau kenapa nih, gak bisa connect. Yaa sudahlah, tidur aja!

4 Juli 2010
Minggu pagi, sarapan bareng, setelah itu jalan-jalan sendirian sambil jogging. Ya ampun, beneran sepi banget. Cocoklah, karena niatnya emang mo sekolah bukan mo maen :P. Udaranya seger, gak terlalu dingin (lebih dingin waktu ke Berlin November tahun lalu), winter di Adelaide sih gak terlalu dingin, cuaca cukup bersahabat, ceraahhh dan yang penting gak berangin!!! However, kalo lagi badai, dingin, hujan, dan anginnya kenceng juga tuh (kebalikan winter yang gak terlalu dingin, katanya kalo summer panas-nya ampun-ampunan deh). Lanjut jogging … lho .. lho … baru bbrp ratus meter kok dah ngos-ngosan ya? Padahal biasanya 4km kuat, yaa ini pasti gara-gara dua minggu sebelum pergi udah gak pernah olahraga lagi, jadinya stamina drop banget! Akhirnya, jalan doank. Eh nemu tempat namanya “Parkholme Shopping Center” deket banget … gawat nih udah nemu shopping center aja, :getok: :getok: gak boleh belanja, udah bawa banyak barang dari Indonesia.
Akhirnya kembali ke rumah. Bengong mo ngapain, hiks ini belum bisa internetan juga :(. Well, I have an idea, watch DVD (great idea in the last night of my roommate @atut and I together, back up some good DVDs LOL ). Kebetulan yang ada di harddisk “Whip It”, then I found a great quote “Cause shoes are a gateway drug” (Bliss Cavendar – Whip It) … :D LOL … see, that’s why we (girls/women) love shoes! It’s 10.30 a.m here, rasanya waktu berjalan lambat sekali (sambil membayangkan kalo di Jakarta pasti udah keliling istora di Pesta Buku Jakarta 2-11 Juli) hrrgg … sudahlah! I’m in Adelaide now, starting a new life, forget and forgive my past :sigh: