Lately …

Setelah beberapa minggu diabaikan, akhirnya hari ini ada juga kesempatan buat update blog. Hmmm sebenernya bukan gak mau blogging, tapi sekarang waktunya lagi terbatas banget (walopun pas jam kerja tetep kadang-kadang disambi online :blushing:, tapi seringnya update twitter karena lebih singkat dan gak terlalu menghabiskan waktu). Sampe akhir Juli nanti aku ada kegiatan yang mengharuskan setiap harinya, senin-jumat, pulang jam 9 malam. Sampe kost biasanya menjelang jam 10, dan apesnya, sudah cape seharian, pernah juga gak dapet duduk di bis pas pulang … padahal udah hampir jam 10 malam … haduuh Jakarta … Jakarta :sweatdrop:. Jadi maafkan kalo akhir-akhir ini jarang blogwalking ke blog temen-temen semua.

Eh tapi sabtu weekend kemarin (27 Juni) masih sempet donk ke Pesta Buku Jakarta di Istora Senayan (Buat yang belum sempet datang, pamerannya berlangsung sampe 5 Juli 2009) . Hasil keliling seharian di pameran adalah shop ‘till you … part 2. Part 1-nya ada disini. Tadinya gak akan beli buku banyak-banyak, eeh akhirnya malah “ngeborong”. Terhitung ada 14 buku, berat juga begitu semuanya dimasukin ke ransel. Oh ya, ke pamerannya bawa ransel, jadi begitu beli buku gak usah pake kantong plastik lagi, langsung masuk tas. Lumayan kan mengurangi sampah plastik.

Ini dia daftar bukunya:

1. The Miracle of Giving – Ust. Yusuf Mansur – Penerbit Zikrul
2. Syarah Hadits Arba’in – Imam Nawawi – Penerbit Al Qowam
3. Fikih Safar – Fahd Bin Yahya Al Ammari – Penerbit Aqwam
4. Keagungan Rajab dan Syaban – Abdul Manan Bin Hajji Muhammad Sobari – Penerbit Republika
5. Kesempurnaan Ibadah Ramadhan (Penulis dan Penerbit sama dengan nomor 4).
6. Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah – Khalid Muh. Khalid – Penerbit Diponegoro
7. Penggerak Mula Motor Bakar Torak – Wiranto Arismunandar – Penerbit ITB
hhmmm beli buku yang ini karena sedikit banyak harus mengerti tentang kinerja mesin , due to my job!!!

Nah itu tadi buku-buku seriusnya … sekarang buku santainya:

8. Honeymoon with My Brother – Franz Wisner – Penerbit Serambi
Recommended book buat yang suka travelling … melihat backpacking dari sisi lain … buku yang menyenangkan deh pokoknya.
9. Breakfast at Tiffany’s – Truman Capote – Serambi
10. Trilogi Shiloh – Phylis Reynolds Naylor – Kaifa
Ini tiga buku buat ponakan-ponakanku.
11. Lelaki Semesta (kumpulan cerpen) – Helvy Tiana Rosa dkk – Lingkar Pena Publishing House
12. Impian Jacqueline (kumpul cerpen) – Diana Roswita – DAR Mizan

Long term project nih buat baca ke-14 buku itu.


Weekend ... Puncak ... Teawalk

Puncak mungkin merupakan salah satu tujuan untuk sebagian penduduk Jakarta menghabiskan waktu akhir pekannya. Selain jaraknya yang relatif dekat dengan Jakarta, udara yang masih segar dan pemandangan yang lumayan indah jadi alasan lainnya. Tapi jangan salah, walaupun jaraknya relatif dekat, bisa ditempuh lebih kurang dua jam pada hari biasa, pada saat weekend, perjalanan dari dan ke Puncak bisa memakan waktu antara 4 sampai 5 jam. Itu pulalah yang menimpa kami saat akhir pekan kemarin.

Aku mengikuti sebuah program Tea Trail Walk yang diselenggarakan oleh Majalah Readers Digest Indonesia (RDI), 6-7 Juni 2009. Rombongan berjumlah 80 orang yang terbagi menjadi dua bis. Kami berangkat dari Gd. Femina di kawasan Kuningan sekitar pukul 14.00 dan baru tiba di Puncak (lebih tepatnya daerah Ciloto, Cianjur) menjelang pukul 18.00. Itu semua gara-gara kena buka tutup jalan tepat saat bis yang kami tumpangi keluar tol. Walaupun cape dan pegel karena macet, tapi asik juga sih, karena sepanjang jalan ada bagi-bagi hadiah dari RDI. Selain itu juga kami semangat untuk menciptakan yel-yel Bis 2 (karena malamnya ada lomba yel-yel antar bis :D).

Begitu tiba di penginapan, Bukit Talita Resort, kami langsung menuju villa masing-masing. Villa-nya ... huaa ... cukup indah, tapi karena kontur tanah-nya yang berbukit-bukit, akhirnya kami harus meniti tangga-tangga itu, kaki yang pegel, makin pegel aja tuh karena naik entahlah berapa ratus anak tangga :sweatdrop:

Setelah makan malam, acara dilanjutkan dengan talkshow dengan judul "Keliling Dunia? Siapa Takut" dengan narasumber Sonson Ns, trus ada juga dr. Diana Komara, yang membahas tentang sendi. Halah ... gak nyambung ya antara jalan-jalan trus talkshow tentang sendi. Tapi seruu kok talkshow-nya. Sayang, aku gak dapet hadiah, tapi dapet tandatangan doank buat buku-nya Sonson :D.

Selesai talkshow, kami menuju lapangan yang terletak di atas bukit (lagi-lagi meniti tangga) untuk acara api unggun ... seru banget ... kapan ya aku terakhir ikut acara api unggun? Wah kayanya udah lama banget deh. Nah di acara api unggun itu, ada lomba yel-yel antara Bis 1 dan Bis 2. Namun, berdasarkan undian, akhirnya Bis 2 tampil duluan. Setelah itu baru Bis 1. Lucunya, kami sama-sama menggunakan nada lagunya "Kuburan - Lupa-Lupa Ingat" hahaha ... Tapi karena Bis 2 lebih kreatif tentu saja kami yang menang Horeeeeeeee ... tapi hadiahnya cuma boleh "ngerjain" Bis 1. Rame banget deh.

Besok paginya, sekitar pukul 06.00 kami naik bis lagi untuk menuju Perkebunan Teh Gunung Mas. Kami Tea Walk di area perkebunan teh itu (sebelumnya aku udah pernah tea walk di daerah dua kali, tapi untungnya jalur yang dilewati saat tea walk kemarin berbeda, jadi gak bosen-bosen amat). Setelah tea walk dilanjutkan dengan kunjungan ke pabrik teh-nya. Dari pabrik teh itu, teh-nya kemudian dikirim ke berbagai pabrik teh (seperti sariwangi) termasuk untuk ekspor juga (misalnya yang merk pickwick itu).

Usai teawalk, kami kembali ke Bukit Talita Resort, kemudian istirahat dan makan siang. Pada saat makan siang ada pembagian grandprize yaitu satu buah jam tangan dan sepeda gunung. Mupeng banget deh sepeda gunungnya, tapi lagi-lagi gak beruntung :D.

Kemudian acara ditutup dan kami meninggalkan Puncak sekitar pukul 13.30 dan baru tiba di Jakarta pukul 18.30 (rekor nih 5 jam Puncak-Jakarta saking macetnya).


Bukit Talita Resort

Gunung Gede dan Gunung Pangrango terlihat jelas dari Bukit Talita Resort

Pemandangan yang dilalui sepanjang teawalk



Gloomy or Shiny June?

Huaaa ... mau posting puisinya Sapardi Djoko Damono, tapi keduluan sama Jonk hiks hiks hiks ... Gapapa lah ... Tetep aku posting juga.

Puisi ini sebagai OST blog yang biasanya muncul tiap bulan, tapi khusus Juni aku gak mau pake lagu, tapi pake puisi.

Dedicated to all my colleague, semoga akan turun "hujan" di bulan Juni setelah lima bulan di awal taun ini kita mengalami "musim kering" yang amat sangat :((. Tetap Semangat!! Siapa tau bukan cuma hujan, tapi seperti kata Vanessa Williams dalam "Save The Best For Last", sometimes the snow comes down in June .... sometimes it's all a big surprise.


Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu





Grazie Il Capitano


Ahad kemarin 31 Mei 2009 menjadi akhir laga resmi Paolo Maldini bersama AC Milan, klub yang sudah dibelanya sejak 1985. AC Milan menjadi satu-satunya klub yang pernah dibela Maldini selama 24 tahun karir sepakbola-nya (hehehe ... kalo mo baca profil lengkap Maldini sih tanya om Google aja, pasti banyak deh).

Grazie Il Capitano ... Sebagai milanisti, sedih rasanya liat pertandingan terakhir kemarin lawan Fiorentina. Walapun Milan menang tapi rasanya tetep sedih melihat para pemain (baik Milan maupun Fiorentina) memeluk Maldini sebagai tanda perpisahan, karena Maldini bukan hanya legenda Milan, tapi juga salah satu legenda Italia.

Satu kalimat tentang Maldini yang pastinya bakalan membuat milanisti terharu "He never retires from the heart of every Milanista.."


La Bandiera Della Milan, MALDINI 1985 - 2009


7 SCUDETTI
1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004

5 CHAMPIONS LEAGUE
1989, 1990, 1994, 2003, 2007

5 SUPER CUP EROPA
1989, 1990, 1994, 2003, 2007

5 SUPER COPPA ITALI
1988, 1992, 1993, 1994, 2004

3 INTERCONTINENTAL CUP
1989, 1990, 2007

1 COPPA ITALI
2003




Maldini with his two sons, Christian and Daniel ... calon penerus nomor 3 di Milan


Pertandingan kemarin pun menjadi akhir laga bagi Carlo Ancelotti sebagai allenatore Milan. Grazie Don Carletto ...



FORZA MILAN


Note: urutan gelar-gelar itu tau dari Brogie DF, pinjem ya Bro :D. Thx :cheers: