Panggilan Suci

Mengawali Tahun Baru Hijriyah 1430 H
Deep Sorrow for Palestine :(

Panggilan Suci

Lantang t'lah terdengar panggilan suci
Menyeru 'kan jiwa Muslim sejati
Sambut semangat membebaskan negeri
Tanah persada suci para nabi
Panggilan suci bebaskan negeri
Palestina.. palestina...

T'lah mengguntai angan kaum Yahudi
Bagai kera yang t'rus menjalin mimpi
Seolah kuasa kangkangi bumi
Nan tiada pernah kan termiliki
Berangan bagai miliki negeri

Rantai kedustaan tegas terpampang
Mengaku agung perkasa bak Tuhan
Tak pernah mengubah janji Ar-Rahman
Terlaknat Yahudi tiada ampunan
Tumpas yahudi bebaskan negeri

Al-Aqsha ini jantung Palestina
Kiblat pertama jua nan mulia
Bagai jiwa nanbebas dan meredeka
Bagi Qudsi tak boleh kan terluka
Al-Aqsha, qudsi tegaknya negeri
Palestina.. palestina...

Palestina negeri berkah bestari
Sehasta pun tak pantas ternodai
Dan api jihad kan berkobar pasti
Andai negeri ternista tercaci
Geliat Intifadhah mengguncang bumi

Batu terlontar tangan-tangan kecil
Senandung jihad dan pekikan takbir
Tiada pribadi yang bertopang tangan
Hancurkan penzhalim syahid tujuan
Bertumbah darah basahi bumi

Bentuk barisan berderap melangkah
Hai mujahid ikhlas 'tuk ridha Allah
Tiap langkahmu jadikanlah pasti
Sejengkal Palestina terbebasi
Majulah sambut panggilan suci
Palestina.. palestina...

Album : Berderap di Jalan yang Panjang
Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com

Napak Tilas Bareng Pujangga Cinta

Sabtu, 27 Desember 2008

Setelah kemarin menghabiskan setengah hari bersama Neng Bitah, hari ini giliran napak tilas bareng Pujangga Cinta. Sudah hampir jam 12 siang ketika .... (Cerita selanjutnya baca disini aja ya.)

Perjalanan untuk Satu Misi

Foto-fotonya ada disini.

Hmmm…sebenernya perjalanan ini dilakukan beberapa bulan yang lalu, tapi baru sempat menulisnya kali ini. Tanggal dan hari sengaja disembunyikan untuk melindungi kami dari “gangguan” pihak-pihak tertentu … wekekek… iya kan Prens? Sorry ya, finally I wrote this story :D

The Journey Began…

Sore itu kami berempat (Aku, Ema, Catur, Mike) berangkat dari Cipulir menuju Senen. Kereta yang kami pake adalah Sawunggalih 7 p.m. tujuan Kutoarjo, namun tujuan kami adalah Purwokerto. Sebelum maghrib kami sudah tiba di Senen, sehingga masih sempat untuk makan dulu kemudian shalat Maghrib. Setelah itu menunggu kereta datang. Wuih keretanya penuh…sampe orang-orang pada duduk atau tidur di lorong. Beruntunglah kami berempat karena sudah memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya.

Hari Pertama

Kereta tiba di Stasiun Purwokerto hampir jam 3 dinihari. Setelah itu kami menuju rumah Catur menggunakan taksi. Sampe rumah Catur karena sudah cape banget, langsung istirahat. Kemudian pagi harinya kami jalan-jalan di sekitar situ. Wah masih berderet sawah-sawah, sungai, dan ada jembatan kecil dari kayu yang lumayan panjang. Pagi itu cukup mendung dan walaupun udara belum terkena polusi seperti Jakarta, tetep aja aku merasa gerah, karena Purwokerto hanya sekitar 75 m d.p.l., bandingkan dengan Bandung yang lebih dari 700 m d.p.l. Kemudian kami menuju stasiun tua Notog yang bahkan lebih rendah lagi yaitu 25 m d.p.l.
Kembali ke rumah Catur sudah menjelang pukul 11, ternyata udah ada Mas Haru mau jemput Mbak Ema. Setelah dzuhur dan makan siang, setelah mampir ke UnSoed, kami semua malah ikut ke Cilacap.

Tiba di Cilacap sekitar pukul 4 sore mampir dulu ke rumah Mas Haru, setelah itu kami menuju ke Benteng Pendem. Wah luas dan sepi banget tempatnya mungkin karena udah sore. Kami pun berkeliling Benteng tersebut. Sayang karena beberapa hari sebelumnya hujan, kami tidak bisa masuk ke terowongan karena tergenang air. Akhirnya kami hanya melihat-lihat barak, tempat yang dulu dipakai penjara, kemudian tempat yang dulunya ada Benteng Jepang, tapi sudah tidak tersisa sedikit pun bangunannya.

Setelah keliling Benteng Pendem dengan didampingi seorang guide, perjalanan kami lanjutkan ke Pantai Cilacap. Dari Pantai itu terlihat Pulau Nusakambangan. Wuih suasana pantainya rame banget, mungkin karena saat itu sabtu sore sehingga suasananya sangat rame.

Setelah maghrib kami makan malam di restoran pinggir pantai….hhhmmm…Alhamdulillah…
Kemudian sekitar pukul 10 malam kami diantar pulang kembali ke Purwokerto dan tiba tengah malam.

Hari Kedua

Hari ini dengan menggunakan dua motor kami keliling tempat wisata di Purwokerto dan sekitar Banyumas. Dimulai dengan sarapan soto khas Sukaraja. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju daerah wisata Baturaden. Namun, sebelumnya kami singgah dulu di Wisata Alam Telaga Sunyi. Hmm…tempatnya sebenernya biasa aja, tapi karena sudah lama gak wisata alam jadinya seneng banget. Daerahnya masih dingin, ada air terjun kecil, masih hijau deh sekelilingnya.

Dari tempat itu kami menuju Baturaden…tapi begitu tiba di Baturaden ternyata hujan lebat sehingga kami bertuduh dulu di teras Masjid. Setelah hujan mulai reda, kami kemudian jalan-jalan di sekitar Baturaden. Ooo…ternyata masih sama juga, suasananya masih hijau, air terjun, tapi disini pengunjung lebih rame dibandingkan dengan di Telaga Sunyi tadi.
Baturaden selesai…perjalanan kami lanjutkan ke Pancuran Pitu alias Pancuran Tujuh. Wuiiihhh…ternyata perjalanan jauh sekali dengan jalan tanjakan yang lumayan curam. Udah khawatir banget tuh karena kami naik motor. Bahkan Catur sempet turun dari motor karena jalannya yang terlalu menanjak hahaha… maaf ya Bu, kamu harus jalan kaki dan nanjak pula :D

Perjalanan makin lama makin menjanjak dan kabut sudah mulai turun. Duuuh makin gelap aja jalan. Tapi maju terus pantang mundur. Sampe akhirnya sudah sangat gelap dan hampir menyerah. Tapi ketika bertanya pada orang sekitar, ternyata letak Pancuran Pitu sudah sangat dekat. Akhirnya kami terus kesana dan tanjakan terakhir itu, waaahhh…bener-bener deh curam banget.

Sampe sana ternyata kabut makin tebal, tapi kami tetap menuruni beratus-ratus tangga hanya untuk melihat Pancuran itu. Eeeeh dikira gede, ternyata kecil tuh airnya. Tapi karena airnya hangat jadinya enak karena udara sekitarnya dingin banget.
Sebenernya masih ingin bermain-main dengan air hangat, tapi karena kabut makin tebal dan kami masih harus menaiki beratus-ratus tangga untuk sampai ke tempat parkir. Sampe tempat parkir kami memutuskan naik angkot karena jalan gelap oleh kabut sementara motor dibawa Frida dan Mike untuk menunggu di pintu gerbang.
Alhamdulillah…perjalanan pulang bisa kami lalui dengan selamat.

Hari Ketiga

Dari Purwokerto pukul 3 dini hari, dengan menggunakan travel kami menuju ke Yogyakarta. Sepanjang jalan tidur nyenyak. Sampe Yogya pukul 7.30.
Nah inilah sebenernya inti perjalanan kami. Tapi sayang sekali, bahkan sampai sekarang pun aku gak bisa menceritakan perjalanan di Yogya.
Alhamdulillah misi di yogya berhasil dengan sukses.

Hari Keempat

Alhamdulillah…misi hari ini pun berakhir sukses. Dan akhirnya kami harus kembali ke Jakarta dengan kereta pukul 18.30.
Kami sudah tiba di stasiun pukul 16.30 sehingga waktu dua jam kami gunakan untuk jalan-jalan di Malioboro. Tetep, Yogya tanpa Malioboro rasanya aneh.
Jadinya kami jalan cepat dari Tugu ke Mirota, tapi tetep butuh waktu 20 menit. Sekitar pukul 18.00 kami masih di Malioboro, waahhh…dasar nih kereta setengah jam lagi tapi kami masih di tengah-tengah Malioboro. Akhirnya dengan jalan sangat cepat kami buru-buru balik ke Tugu karena waktu makin mepet dan kami masih harus mengambil tas yang kami titipkan di locker stasiun.

Kereta jalan tepat waktu dan pukul 4 pagi esok harinya kami tiba kembali di Senen.
Perjalanan yang melelahkan tapi menyenangkan. Dan karena misi utama di Yogya berhasil :D

Kereta Sayang, Kereta Malang ….

Pagi ini, seperti biasa jika menghabiskan weekend di Ciputat, aku akan kembali ke Cipulir senin pagi dengan menggunakan kereta api bersama para komuter lainnya. Dari rumah, jam masih menunjukkan pukul 5.50, sementara jadwal kereta pukul 6.05. Karena naek ojek, perjalanan tidak akan lebih dari lima menit, tapi begitu ojek masuk ke pelataran stasiun, tiba-tiba aku melihat Kereta Ciujung itu sudah melajuuu….huaaaa…. Ah tapi kupikir, mungkin salah, toh harusnya masih lima menit lagi. Eh begitu di peron, beneran deh dibilangin kalo Ciujung baru aja lewat, hiks…hiks…hiks… Akhirnya aku membeli tiket kereta ekonomi yang seharga Rp 1.500. Tiga kali lebih murah dibanding Ciujung AC yang 5 ribu rupiah.

Nah itu dia kereta dari Rangkasbitung tujuan Kota akhirnya datang juga. Tapi ya Allah, gimana aku mau naik kereta itu? Dari jauh saja sudah terlihat kalo kereta itu penuh sesak sampai atap-atapnya dipenuhi penumpang-penumpang (yang mungkin tidak memiliki tiket). Akhirnya ketika kereta berhenti, setengah tidak percaya, aku tetap menuju pintu gerbong yang sudah penuh sesak itu. Seorang ibu di belakangku ngomel-ngomel, ini yang depan kok gak maju-maju. (Duuuh ibu, aku bingung, gimana mau masuk ke gerbong yang sudah penuh sesak itu???)

Entah kekuatan apa yang mendorong aku untuk terus masuk ke gerbong itu. Akhirnya bisa juga masuk dan berhimpitan di dalam kereta. Badan ini tanpa berpegangan pada apapun sudah gak akan jatuh, benar-benar tertahan oleh orang di depan dan dibelakang. Baru naik aja, aku sudah berpikir, gimana nanti cara turunnya, penuh sesak begitu, susah jalan keluar. Akhirnya aku “berusaha” menikmati perjalanan. Aku memegang erat ranselku yang sudah beralih posisi ke depan badan. Tiba-tiba bahu sebelah kananku dipegang seseorang, weew… kaget donk. Ternyata seorang nenek yang berpegangan (nek, kemanakah anak dan cucumu, sampe dirimu harus bepergian seorang diri di tengah himpitan orang-orang? :) ). Nenek itu melepas tangannya ketika aku menoleh, tapi langsung aku bilang, “gak apa-apa Bu, pegangan aja”. Nenek itu kemudian berkata, “kalo mau nyaman sih ya neng naik taksi aja” … aku hanya tersenyum miris mendengarnya.

Begitu melewati St. Pondok Ranji, beberapa penumpang masih memaksakan diri untuk masuk ke kereta yang sudah penuh sesak itu. Ampun deh, makin terhimpit aja kami yang sudah di dalam. Cengkeraman Nenek itu di tangan makin erat aja. Tak lama kemudian kereta sudah melewati tanah kusir. Lega banget ngeliatnya karena berarti aku akan segera turun. “Bu, saya mau turun di kebayoran lama ya Bu”, Nenek tersebut menjawab, “Oh kalo Ibu di Palmerah”.

Begitu tiba di St. Kebayoran Lama, aaah leganya. Ternyata tidak susah untuk turun, karena ada beberapa orang yang turun sekaligus menurunkan barang dagangannya. Selain penumpang, turun juga tuh berkarung-karung sayuran, ayam-ayam yang berkokok, untunglah tidak ada penumpang yang membawa kambing. Hehehe…ternyata aku menumpang kereta dengan berbagai jenis penumpang :D Itulah wajah transportasi di Indonesia. Rakyat seharusnya bisa menikmati berbagai sarana umum dengan nyaman, namun yang terjadi jauh dari itu. Coba tuh kalo bapak-ibu dewan itu merasakan sekali saja perjalanan seperti itu? Apa mereka masih mau??? Ya jelas saja mereka bakalah ogah, mungkin kata mereka mendingan studi banding ke luar negeri sekaligus jalan-jalan. (Kekeke…padahal aku juga gak mau lagi kok naik kereta itu kalo karena gak terpaksa :D) Ah ternyata, pengalaman perjalanan 20 menit di himpitan orang-orang di suatu gerbong kereta pagi ini benar-benar berharga sekali. (Ciputat-Cipulir … 15 Des 2008).


Am I Happy?

Suatu malam, sambil dengerin radio aku denger penyiarnya ngomong gini, "Apakah Anda termasuk orang yang berbahagia?". Katanya menurut dia, orang yang menonton televisi lebih dari 19 jam seminggu termasuk orang yang tidak bahagia. Eh terus secara kebetulan juga, aku lihat artikel tersebut di kompas.com, menurut artikel itu, orang yang hidupnya bahagia menonton TV sekitar 19 jam per minggu, sementara orang yang tidak bahagia menonton TV 30% lebih banyak. Mengenai valid ato tidaknya artikel itu ... hmmm ... gak tau juga ya.

Aku sendiri termasuk orang yang jarang menonton TV. Sehari bisa jadi kurang dari dua jam nonton TV, bahkan sering juga tidak nonton TV sama sekali. Jadi seminggu paling maksimal 7 jam nonton TV, itu pun sehari-hari hanya nonton berita saja karena sudah gak ngikutin serial apapun. Berita pun kadang enggan aku tonton, karena berita televisi sekarang ini lebih banyak diisi hal-hal negatif, kerusuhan, pembunuhan, penganiayaan, de-el-el, yang cape banget deh kalo ditonton, apalagi pada pagi hari :( Bukannya membangkitkan semangat, malah jadi kesel ngeliat berita kaya gitu. Makanya paling sering adalah menyalakan televisi tapi gak ditonton (tp ini kebiasaan buruk karena menghamburkan energi, jadinya udah jarang dilakukan sekarang, kalo emang gak ditonton ya gak dinyalakan deh TV-nya). Eh tapi aku suka kok program Periskop di Metro TV, soalnya itu berita berisi fitur-fitur unik, mengenai budaya, kesenian, keberhasilan seseorang, pokoknya benar-benar program yang bagus deh.

Back to topic mengenai menghabiskan 19 jam lebih per minggu di depan TV, bisakah itu dialihkan dengan misalnya menghabiskan waktu 19 jam lebih perminggu di depan komputer (online) atau mungkin menghabiskan 19 jam lebih perminggu dengan mendengarkan radio?

Nah ini dia masalahnya, aku paling betah duduk di depan komputer, bisa lebih dari 3 jam per hari (di luar office hour). Macem-macem lah, mulai dari edit blog, blog walking, forum, ym, download-download, ato cari-cari dan baca-baca artikel. Apa ini bisa dijadikan indikasi bahwa seseorang tidak bahagia?? Nggak juga ya kayanya, terlalu dangkal untuk menyimpulkan seperti itu.

Kalo mendengarkan radio, hhmm...itu mah hobi aku sejak jaman es-em-pe, on and off sih. Soalnya kalo dengerin radio bisa disambi ngerjain yang lain. Tapi kadang kalo lagi bosen, bisa berbulan-bulan gak mendengarkan radio. Kalo lagi keranjingan, tiap hari bisa berjam-jam dengerin radio. Kalo sekarang sih paling sering dengerin programnya You've Got A Friend (YGAF) Radio Female, tiap senin sampe jumat, 9 sampe 12 malem....hehehe...lengkap banget, kaya iklan aja. Apalagi jaman internet sekarang ini, bahkan pendengar acara YGAF pun ada yang dari USA sana, begitulah, teknologi saat ini benar-benar menembus sekat-sekat jarak.

Entahlah, di jaman yang serba ada ini, radio tidak akan pernah bisa tergantikan. Menurutku, orang-orang begitu jujur di radio. Kamu bisa request lagu untuk seseorang yang kamu suka walopun mungkin dianya gak dengerin (hahaha...ini mah ABG banget). Trus sering pula di radio, kita mendengar orang-orang curhat, apalagi kalo di acara YGAF itu, tiap hari adaaaa aja orang curhat. Begitulah, ceritanya tidak ditutup-tutupi, kadang ada yang menyenangkan, lucu, mengagetkan, walaupun banyak juga cerita yang menyesakkan. Itulah radio, kita bisa mendengarkan hal-hal yang gak mungkin kita dengar di TV ato tempat lain. Apalagi di YGAF yang memang lebih sering membahas problematika (duh bahasanya) kehidupan, dan tiap rabu malam khusus membahas problematika para lajang :D.

Dari acara itulah, aku bisa tau, ternyata permasalahan orang-orang di luar sana begitu beragam. Kadang aku pikir, masalah aku mah gak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang-orang di luar sana. Aku jadi belajar banyak untuk selalu bersabar, berpikir positif, dan melihat ke depan dengan optimis.

Akhirnya aku menyimpulkan bahwa aku bahagia dengan kehidupan aku sekarang walaupun kadang terbersit sedikit sepi. Namun, tentu akan lebih bahagia lagi jika ada seseorang untuk berbagi kebahagian itu (hehehe...ngarepdotcom). Tapi bagaimanapun, aku bersyukur dengan keadaan aku sekarang. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Rasa syukurku tak akan pernah cukup untuk nikmat-Mu yang luas ini.



Jadul

Gara-gara berencana mengumpulkan foto keluarga, akhirnya aku menemukan beberapa foto jadul yang lumayan cukup antik. Tapi di foto itu tidak banyak fotoku, hehehe ... soalnya mulai dari tahun 60-an. Foto-foto ini difoto lagi pake camera digital, di atas toples di meja makan :)), males diedit lagi gambarnya :D

Dari foto-foto yang ada di rumah, ketauan deh kalo anak bungsu paling jarang ada di dokumentasi. Jadi, siapa bilang jadi anak bungsu enak? Siapa bilang jadi anak bungsu manja? Mungkin kalo bungsu dari dua atau tiga bersaudara sih iya enak, apalagi kalo bungsu dan satu-satunya anak perempuan. Tapi, kalo bungsu dari 7 bersaudara, setelah sebelumnya sudah ada 6 orang anak (3 pasang) ... hiks ... "terima saja nasibmu Nak :bigcry:"


60-an

duuuh jadul banget nih foto, my mom with two sisters


my mom with her two sisters, my old sister, and my cousin


70-an

my sister and my brother



foto keluarga saat anaknya masih 5 :D


my sisters and my brother


jadul abiisssssssss.....


80-an

Lho, kok gak ada foto aku yaa???? :(

Aku masih bayi :D


I was sitting between my brothers


my mom and my two brothers (lagi disunat :D)


hehehe...udah ada aku


my brothers


aku waktu masih TK ... lagi kartinian


aku gangguin kakak yang lagi belajar :D


"Kakaren" Idul Adha

Apaan sih "kakaren" ... hehehe ... tanyakan saja kepada yang bisa berbahasa Sunda ya :D

Mau majang foto-foto dari Idul Adha 1429 yang bertepatan dengan 8 Desember 2008. Seperti biasa, setiap lebaran keluarga besar kami pasti berkumpul.

Berkumpul usai shalat Id


Menu khas lebaran, ketupat dan opor ayam



Pamer ponakan




FADHILAH BERQURBAN

Tulisan ini aku dapat dari milist PAS (diposting oleh K'Tigin-41). Aku pinjem tulisannya ya Kak. Makasih banyak.

---------------

Qurban ialah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (selepas solat 'Idul Adha) dan hari-hari Tasyriq yaitu ,11,12 dan 13 Zulhijjah karena beribadah kepada Allah SWT, untuk menghidupkan syariat Nabi Allah Ibrahim Alaihissalam yang kemudiannya disyariatkan kepada Nabi Muhammad Shalallohu Alaihi Wassalam.

Allah SWT berfirman: "Dan telah Kami jadikan unta-unta itu sebahagian daripada syi'ar Allah, kamu memperolehi kebaikan yang banyak daripadanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah diikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur." (QS. Al-Haj:36)

"Maka dirikanlah solat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. " (QS. Al-Kautsar:2)

Dari Aisyah Radiallahu Anha bahwsannya Nabi Muhammad Shalallohu Alaihi Wassalam telah bersabda: "Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu." (Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

Zaid bin Arqam berkata: "Mereka telah bertanya, Wahai Rasullullah, apakah Udhhiyah (Qurban) itu?. Nabi Muhammad Shalallohu Alaihi Wassalam.menjawab: "Ia sunnah bagi bapak kamu Nabi Ibrahim." Mereka bertanya lagi: Apakah ia untuk kita? Rasulullah s.a.w. menjawab: "Dengan tiap-tiap helai bulu satu kebaikan." Mereka bertanya: "maka bulu yang halus pula? Rasullullah s.a.w bersabda yang bermaksud "Dengan tiap-tiap helai bulu yang halus itu satu kebaikan." (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)

HUKUM BERQURBAN

Hukumnya Sunnah Muakkad (Sunnah yang dikuatkan) atas orang yang memenuhi syarat-syarat seperti berikut:
- Islam
- Merdeka (Bukan hamba)
- Baligh lagi berakal
- Mampu untuk berqurban

Rasullullah SAW bersabda:
"Aku disuruh berqurban dan ia sunnah bagi ku." (Riwayat al-Turmuzi).
"Telah diwajibkan kepada ku qurban dan tidak wajib bagi kamu." (Riwayat Daruqutni)


Walaupun hukum berqurban itu sunnah tetapi ia menjadi wajib jika dinazarkan. Sabda Rasullullah SAW: "Barangsiapa yang bernazar untuk melakukan taat kepada Allah, maka hendaklah dia melakukannya. " (Fiqh al-Sunnah)


PELAKSANAAN QURBAN

Binatang yang diqurbankan dari jenis unta, lembu atau kerbau, kambing biasa yang berumur dua tahun, jika biri-biri telah berumur satu tahun atau telah gugur giginya sesudah enam bulan meskipun belum cukup satu tahun.
Binatang itu disyaratkan tidak cacat, tidak buta sebelah atau kedua-duanya, kakinya tidak pincang, tidak terlalu kurus, tidak terpotong lidahnya, tidak mengandung atau baru melahirkan anak, tidak berpenyakit atau berkudis. Binatang yang hendak disembelih itu haruslah sehat sehingga kita sayang kepadanya.
Waktu menyembelihnya sesudah terbit matahari pada Hari Raya Haji dan sesudah selesai solat 'Ied dan dua khutbah pendek, tetapi afdhalnya ialah ketika matahari naik segalah pada Hari Raya Haji sehingga tiga hari sesudah Hari Raya Haji (hari-hari Tastriq yaitu 11,12 dan 13 Zulhijjah)


Daging qurban sunnah, orang yang berkorban disunnahkan memakan sedikit daging qurbannya. Pembahagian daging qurban sunnah terdapat tiga cara yang utamanya adalah mengikuti urutan seperti berikut:
Lebih utama orang yang berqurban mengambil hati binatang qurbannya dan baki seluruh dagingnya disedekahkan.
Orang yang berqurban itu mengambil satu pertiga daripada jumlah daging qurban, dua pertiga lagi disedekahkannya.
Orang yang berqurban mengambil satu pertiga daripada jumlah daging, satu pertiga lagi disedekahkan kepada fakir miskin dan satu pertiga lagi dihadiahkan kepada orang yang mampu. Sabda Rasullullah SAW: "Makanlah oleh kamu sedekahkanlah dan simpanlah."


HIKMAH DAN FADHILAH

- Menghidupkan sunnah Nabi Allah Ibrahim a.s.
- Mendidik jiwa kearah takwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT
- Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati mau menafkahkan hartanya ke jalan Allah SWT
- Menghapuskan dosa dan mengharap keredhaan Allah SWT
- Menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia terutama antara golongan berada dengan golongan yang kurang bernasib baik.
- Akan memperolehi kendaraan atau tunggangan ketika meniti titian al-Sirat al-Mustaqim diakhirat kelak. Sabda Nabi Muhammad SAW. yang bermaksud: "Muliakanlah qurban kamu karena ia menjadi tunggangan kamu dititian pada hari kiamat."

Wallahu`alam bishowab

Egois...

Sabtu kemarin saat berada di rumah di Bandung, tiba-tiba terdengar dari tengah rumah, ponakanku Ami (Najmi) yang baru akan berusia lima taun bertanya ke Mamah-nya... "Mah...bibi mana?" (yg dimaksud aku). Aku yang sedang di kamar langsung ke luar menghampiri, dan bertanya, "Kenapa Ami?".

Eh dia-nya malah langsung bilang "Bibi egois".
Ups, aku antara heran dan ingin tertawa, langsung nyeletuk, "Emang egois tuh kue apa sih Mi?" (hahaha...dasar nih bibi-nya).
Ami langsung bilang lagi "Egois itu ingin menang sendiri", trus dia "bernyanyi-nyanyi"... "Mamah egois...Bibi egois".

Kayanya sih dia tau dari nonton TV. Tuh para Bunda, perhatiin kata-kata anaknya. Untuk kami yang keseharian berkomunikasi dalam bahasa sunda, memang tidak mengejutkan anak yang baru berumur lima taun pun bisa tau kata-kata tidak biasa, karena kata-kata itu diperoleh dari hasil menonton TV.

Tuuh liat kan dampak TV bagi anak?


One Big Happy Family

Weekend kemarin, ketika Kakakku buka-buka laptopku dan melihat-lihat foto keluarga yang emang banyak, entah kenapa, dia langsung terpikir untuk membuat VCD foto keluarga. Yaa udah jadi nanti mau ngumpulin foto-foto yang tersebar di setiap kamera, kayanya ada dari taun 2000 deh.

Kia Cancan...lagi apa? :)

Yaaa...teteh yang satu gak kompak nih...knp gak pake jilbab orange juga? :D

With my dad, sisters, nephew, and nieces

Lah, ini aku yang bajunya gak seragam hehehe.... (mom, niece, sister, me)

Ini foto 10 taun yang lalu (1998) nikahnya tetehku, tp gak lengkap nih foto keluarganya, teteh pertama dan ketiga gak ada. Ponakanku saat itu baru dua.